Palembang, 20 Agustus 2024 – Fakultas Ushuluddin dan Dakwah IAIN Kediri dan Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Raden Fatah Palembang menjalin kerjasama dalam program visiting lecturer untuk mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir. Program ini bertujuan untuk memperkaya wawasan mahasiswa dan mempererat hubungan antar kedua institusi pendidikan Islam.
- Zainal Muttaqin, S.Th.I., MA sebagai pemateri, beliau juga menjabat sebagai Sekprodi IQT Fakultas Ushuluddin dan Dakwah IAIN Kediri, dalam pemaparannya menyampaikan perihal muhasabah. Katanya di dalam muhasabah mengandung enam tingkatan, yaitu musyarothah, muroqobah , muhasabah, muaqabah, mujahadah, muatabah.
Muhasabah menurutnya, merupakan perhitungan seorang hamba terhadap setiap aktivitas yang dilakukannya. Ibarat seorang pedagang yang memperhitungkan modal, untung dan rugi. Modal hamba pada agama adalah ibadah-ibadah fardhu, keuntungannya adalah ibadah-ibadah Sunnah, dan kerugiannya pada perbuatan-perbuatan maksiat. Maka untuk menyempurnakan ibadahnya, seorang hamba hendaknya selalu mengadakan perhitungan bagi diri sendiri. Jika ibadah-ibadah fardhu telah dilaksanakan dengan baik, hendaknya seorang hamba senantiasa bersyukur kepada Allah. Namun apabila terdapat kekurangan, maka harus segera diperbaiki dengan ibadah-ibadah Sunnah. Namun, jika seorang hamba melakukan perbuatan maksiat, maka hendaknya ia sibuk berpikir akan siksa dan azabnya, serta melakukan taubatan nasuha (taubat yang sesungguhnya).
Sebagaimana Firman Allah dalam QS Al Hasyr ayat 18 yang artinya:
Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha teliti terhadap apa yang kamu kerjakan.
Para mahasiswa IQT menyambut antusias kuliah tamu ini dan sangat bersemangat untuk belajar dari pemateri sekaligus bertukar pikiran dengan mahasiswa/i IQT UIN Palembang. Program visiting lecturer ini diharapkan dapat menjadi model kerjasama antar perguruan tinggi Islam di Indonesia, yang nantinya bisa diperluas ke institusi-institusi lainnya. Kedua institusi juga berencana untuk melanjutkan kerjasama ini dalam bentuk Tri Dharma Perguruan Tinggi di masa mendatang. (Clarissa)