KEGIATAN ATLAS IQT FUSHPI HARI KEDUA SAMPAI HARI KEENAM


Kegiatan ATLAS prodi IQT  dilanjutkan pada hari Sabtu yakni hari kedua kegiatan ini, yakni tanggal 27 Agustus 2022. Hari pertama peserta diperkenalkan tahapan penyusunan jurnal, yang dijelaskan oleh Nadia Azkiya, dimulai dengan formula penelitian yang mana memiliki tiga sub yaitu tujuan penelitian, rumusan  masalah dan pertanyaan penelitian, dilanjutkan oleh tahap penelitian terdahulu yang mengharuskan peserta untuk menelurusi berbagai jurnal dengan memperhatikan setiap tema sesuai dengan penelitian yang sedang mereka lakukan. Peserta disuruh untuk mendapatkan referensi minimal 5 jurnal untuk dimasukan ke tahap peneilitian terdahulu.

Penelitian terdahulu merupakan salah satu penunjang penting penyusunan jurnal, karena tahap ini peserta mendapatkan inspirasi dari judul jurnal yang menyusun tema bersesuaian dengan penelitian yang sedang mereka lakukan. Referensi tersebut akan membangkitkan ide peserta agar bisa mengembangkan susunan jurnal dari para peneliti terdahulu. Hasil dari ide tersebut ialah arah jalan menuju tahapan berikutnya.

Penjelasan tahap 3 dan 4 yang dilaksanakan pada tanggal 29 Agustus 2022 hari Senin, dijelaskan oleh saudara Habibullah Muhammad Arrizqi. Tahap kerangka berpikir dan metode penelitian.  Alur logis sebuah penelitian terdapat di tahap kerangka berpikir, sebab di tahap ini  peserta diajak berpikir bagaimana alur berjalan nya penelitian yang sedang mereka lakukan. Para mentor memberi saran kepada mereka untuk merangkai peta konsep agar susunan kerangka penelitian mereka menjadi mudah  dideskripsikan. Peta konsep ini juga mempermudah pembaca untuk mengetahui apa saja pembahasan yang terdapat didalam jurnal tersebut.

Peserta diajak berpikir kembali terkait metode apa yang mereka gunakan. Metode penelitian menghidangkan beragam macam jenis penelitian, jenis studi, teknik analisis, sumber data dan teknik pengumpulan data. Banyak peserta menjadikan penelitian kualitatif menjadi titik acuan, dikarenakan jenis metode ini menggunakan sumber referensi artikel, jurnal dan buku. Para peserta memang kurang memahami jenis metode kuantitatif yang dilakukan terjun kelapangan langsung dengan mendapatkan referensi dari hasil wawancara. Metode kuantitatif terukur dan membutuhkan data yang terbilang  valid.  Untuk pengumpulan data rata-rata peserta mengambil library research atau penelitian keperpustakaan. Tak jauh dari namanya, teknik pengumpulan data ini didapatkan dari beragam artikel, jurnal dan buku yang diperoleh dari perpustakaan offline bahkan online.

 

Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir melanjutkan kegiatan Kelas Menulis pada hari keempat kegiatan ini dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 30 Agustus 2022

Pada hari ini, para mentor menjelaskan landasan teori, latar belakang dan pendahuluan. Landasan teori ialah wadah atau pondasi berdirinya suatu penelitian. Jika pondasi tempat tinggal kita kuat, menjadikan  susunan desain tertata rapi dan berdiri tegak tanpa ada sedikit pun celah yang  mengoyahkan pondasi tersebut. Alasan pemilihan tema suatu jurnal begitu penting dibahas, tahap latar belakang adalah tatanan kalimat alasan peserta memilih tema yang mereka teliti. Peserta diharuskan mampu menyusun suatu alasan yang tepat, sehingga penelitian tersebut tidak melenceng jauh dari tema penelitian mereka.

Tahap terakhir yang dibahas pada hari Rabu yakni pendahuluan. Tahap ini merupakan gabungan dari tahap-tahap sebelumnya. Namun, khusus tahap metode penelitian diletakan pada sub bab terbaru atau terpisah dengan sub pendahuluan. Pada tahap ini peserta tidak terlalu berpikir keras, karena tahap ini hanya menggabungkan tahap-tahap yang telah mereka susun.

Akhir Agustus pada hari Rabu 31-08-2022, peserta menuju ke tahap inti penyusunan jurnal yaitu,  hasil penelitian dan pembahasan. Tahapan tersebut merupakan tubuh dari kerangka berpikir yang telah dirangkai membentuk peta konsep. Pada hasil dan pembahasan itulah kerangka mendapatkan tubuhnya, melahirkan penelitian ini menjadi sebuah badan dilengkapi oleh pondasi yang digunakan untuk berdiri, kerangka untuk menyusun tubuh, dan badan sebagai  penggerak, sehingga  penelitian menjadi tersusun sistematis dan sempuna. Dan pada hari ini juga, ibu Dr. Halimatussa’diyah M, Ag selaku Ka prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir meninjau keadaan kelas menulis IQT yang berada di ruangan Ibnu Rusyd 3.

Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir melanjutkan kegiatan Kelas Menulis pada hari keempat kegiatan ini dilaksanakan pada hari Kamis, 01/09/2022 merupakan hari terakhir dari kegiatan ATLAS per-prodi. Prodi IQT sendiri para peserta tetap antusias mengikuti kelas menulis ini. Hari ini peserta memasuki tahap terakhir yakni abstrak yang dijelaskan oleh para mentor IQT. Didalam pembuatan abstrak terdapat unsur-unsur seperti 1) Tujuan penelitian, 2) Metode penelitian, 3) Hasil dan pembahasan, 4) Simpulan, dan 5) Rekomendasi. Kemudian kata kunci merupakan konsep-konsep utama minimal 3 (tiga) maksimal lima kata kunci. Kata kunci disusun menurut struktur alphabet, seperti Agama; Budaya; Cuaca; Demokrasi; Entitas.

Target pada hari ini yakni penyelesain penulisan artikel sampai tahap abstrak dan menghasilkan artikel secara utuh. Selanjutnya artikel yang sudah utuh, akan diserahkan kepada para dosen pembimbing untuk di Re-See atau diperika untuk penyempurnaan artikel. Ka prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, ibu Dr.Halimatussa’diyah, M. Ag terus memantau keadaan peserta untuk memastikan dan memberi semangat agar target hari ini dapat tercapai dan menghasilkan artikel yang luar biasa. Hari ini kegiatan ATLAS IQT berlangsung di ruang Laboratorium Fushpi, dimulai pukul 08.00-12.00. Terimakasih kepada para pimpinan serta dosen-dosen Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, khususnya dosen-dosen prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir yang sangat mensupport kegiatan ATLAS prodi ini. Dan juga terimakasih untuk seluruh peserta atas antusiasnya mengikuti kelas menulis ini hingga selesai, dan tidak lupa terimakasih kepada tim mentor IQT Nadia Azkiya, Arjuna, Habibullah Muhammad Arrizqi, Luluk Ma’rifa, Rielma Tsaniyah Hanifa, dan Sefty Windusari. (Nadia Azkiya)